TELP GRATIS

Minggu, 09 Oktober 2011

Biografi Uztadz Yusuf Mansur | Biografi Tokoh Dunia

Biografi Uztadz Yusuf Mansur | Biografi Tokoh DuniaUstadz Yusuf Mansur lahir 19 Desember 1976 di jakarta, dari keluarga Betawi yang berkecukupan pasangan Abdurrahman Mimbar dan Humrif’ah dan sangat dimanja orang tuanya. Lulusan terbaik Madrasah Aliyah Negeri 1 Grogol, Jakarta Barat, tahun 1992 ini pernah kuliah di jurusan Informatika namun berhenti tengah jalan karena lebih suka balapan motor. Pada tahun 1996, dia terjun di bisnis Informatika. Sayang bisnisnya malah menyebabkan ia terlilit utang yang jumlahnya miliaran. Gara-gara utang itu pula, Ustadz Yusuf merasakan dinginnya hotel prodeo selama 2 bulan. Setelah bebas, Ustadz Yusuf kembali mencoba berbisnis tapi kembali gagal dan terlilit utang lagi. Cara hidup yang keliru membawa Ustadz Yusuf kembali masuk bui pada 1998.

Saat di penjara itulah, Ustadz Yusuf menemukan hikmah tentang shodaqoh. Selepas dari penjara, Ustadz Yusuf berjualan es di terminal Kali Deres. Berkat keikhlasan sedekah pula, akhirnya bisnis Ustadz Yusuf berkembang. Tak lagi berjualan dengan termos, tapi memakai gerobak, Ia juga mulai punya anak buah.

Hidup Ustadz Yusuf mulai berubah saat ia berkenalan dengan polisi yang memperkenalkannya dengan LSM. Selama kerja di LSM itulah, Ustadz Yusuf membuat buku Wisata Hati Mencari Tuhan Yang Hilang. Buku yang terinspirasi oleh pengalamannya di penjara saat rindu dengan orang tua. Tak dinyana, buku itu mendapat sambutan yang luar biasa. Ustadz Yusuf sering diundang untuk bedah buku tersebut. Dari sini, undangan untuk berceramah mulai menghampirinya. Di banyak ceramahnya, ia selalu menekankan makna di balik sedekah dengan memberi contoh-contoh kisah dalam kehidupan nyata.

Karier Ustadz Yusuf makin mengkilap setelah bertemu dengan Yusuf Ibrahim, Produser dari label PT Virgo Ramayana Record dengan meluncurkan kaset Tausiah Kun Faya Kun, The Power of Giving dan Keluarga. Konsep sedekah pula yang membawanya masuk dunia seni peran. Melalui acara Maha Kasih yang digarap Wisata Hati bersama SinemArt, ia menyerukan keutamaan sedekah melalui tayangan yang didasarkan pada kisah nyata.


Ustadz Yusuf juga menggarap sebuah film berjudul KUN FA YAKUUN yang dibintanginya bersama Zaskia Adya Mecca, Agus Kuncoro, dan Desy Ratnasari. Film ini merupakan proyek pamungkas dari kegiatan roadshow (ceramah keliling) berjudul sama selama Januari-April 2008. Melalui Wisata Hati, ia menyediakan layanan SMS Kun Fayakuun untuk menemukan jawaban atas permasalahan yang ada. Ia juga menggagas Program Pembibitan Penghafal Al Quran (PPPA), sebuah program unggulan dan menjadi laboratorium sedekah bagi seluruh keluarga besar Wisatahati. Donasi dari PPPA digunakan untuk mencetak penghafal Alquran melalui pendidikan gratis bagi dhuafa Pondok Pesantren Daarul Quran Wisatahati.


Meski tak sempat menuntaskan kuliah, Ustadz Yusuf bersama dua temannya mendirikan perguruan tinggi Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Cipta Karya Informatika. Ustadz Yusuf menikah dengan Siti Maemunah dan telah dikaruniai tiga orang anak.

Rabu, 21 September 2011

Jerawat merupakan peradangan yang disertai penyumbatan pada saluran yang biasa dilewati cairan lemak hasil kerja kelenjar lemak pada folikel rambut, karena tersumbat, lemak tidak dapat keluar dan mengumpul didalam saluran kelenjar sehingga kelenjar itu membengkak dan bakteri dapat berkembang pesat.
Jerawat sering muncul pada kulit yang berminyak dan pada umumnya dileher, wajah, dada dan punggung, karena bagian tubuh tersebut mempunyai kandungan lemak yang tinggi.Remaja pada umumnya memiliki kulit berminyak yang disebabkan oleh faktor makanan dan pubertas, berbagai perubahan terjadi dalam tubuh remaja.Perubahan tersebut disebabkan oeh beberapa hal antara lain hormon, khususnya hormon ANDROGEN.Pria mempunyai lebih banyak hormon ANDROGEN daripada wanita.Hormon ANDROGEN lebih berperan dalam munculnya jerawat.
Selama pubertas produksi ANDROGEN meningkat sehingga kelenjarlemak lebih aktif menghasikan PALIT(cairan yang menjaga permukaan kulit dan rambut lentur, mengkilap, tidak tembus air dan mencegah bakteri masuk lewat pori-pori).Selain hormonal makanan yang mengandung lemak tinggi seperti kacang, keju, coklat dan gorengan dapat menjadi enyebab timbulnya jerawat dan pemakain kosmetik yang salah, pemakain obat yang mengandung KARTIKOSTEROID, lingkungan yang kurang sehat dan kebersihan kulityang kurang diperhatikan juaga menjadi penyebab timbulnya jerawat.
Kebanyakan dari kita sering tidak nyaman jkarena jerawat, apalgi jerawat yang ada diwajah, sehingga kita merasa cemas lalu kita memencetnya dengan harapan isinya akan keluardan sembuh, akan teteapi perlu diingat, kelenjar palit bisa pecah karena sebagian isinya tertekan kedalam lalu menjalar kedalam jaringan sekitarnya dan menyebabkan jerawat baru, oleh karena itu sebaiknya jangan memencet jerawat.hal yang terpenting adalah jaga kebersihan kulit, olahraga yang teratur, banyak minum air putih, perbanyak makan sayur dan buah, jangan terlalu streespun juga bermanfaat untuk mencegah timbulnya jerawat.

Diposkan oleh : aji wicaksono

Rabu, 18 Mei 2011

ONE OF INDONESIAN ELIT TROOPS


Detasemen Khusus 88 atau Densus 88 adalah satuan khusus Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk penanggulangan teroris di Indonesia. Pasukan khusus berompi merah ini dilatih khusus untuk menangani segala ancaman teror, termasuk teror bom. Beberapa anggota juga merupakan anggota tim Gegana.

Detasemen 88 dirancang sebagai unit antiteroris yang memiliki kemampuan mengatasi gangguan teroris mulai dari ancaman bom hingga penyanderaan. Densus 88 di pusat (Mabes Polri) berkekuatan diperkirakan 400 personel ini terdiri dari ahli investigasi, ahli bahan peledak (penjinak bom), dan unit pemukul yang di dalamnya terdapat ahli penembak jitu. Selain itu masing-masing kepolisian daerah juga memiliki unit anti teror yang disebut Densus 88, beranggotakan 45 – 75 orang, namun dengan fasilitas dan kemampuan yang lebih terbatas. Fungsi Densus 88 Polda adalah memeriksa laporan aktifitas teror di daerah.Melakukan penangkapan kepada personil atau seseorang atau sekelompok orang yang dipastikan merupakan anggota jaringan teroris yang dapat membahayakan keutuhan dan keamanan negara R.I.

Densus 88 adalah salah satu dari unit anti teror di Indonesia, disamping Brimob, Det Detasemen C Gegana,Detasemen Penanggulangan Teror (Dengultor) TNI AD alias Grup 5 Anti Teror, Detasemen 81 Kopasus TNI AD (Kopasus sendiri sebagai pasukan khusus juga memiliki kemampuan anti teror), Detasemen Jalamangkara (Denjaka) Korps Marinir TNI AL, Detasemen Bravo (Denbravo) TNI AU, dan satuan anti-teror BIN.

Pembentukan

Satuan ini diresmikan oleh Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Firman Gani pada tanggal 26 Agustus 2004. Detasemen 88 yang awalnya beranggotakan 75 orang ini dipimpin oleh Ajun Komisaris Besar Polisi Tito Karnavian yang pernah mendapat pelatihan di beberapa negara.

Densus 88 dibentuk dengan Skep Kapolri No. 30/VI/2003 tertanggal 20 Juni 2003, untuk melaksanakan Undang-undang No. 15 Tahun 2003 tentang penetapan Perpu No. 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, yaitu dengan kewenangan melakukan penangkapan dengan bukti awal yang dapat berasal dari laporan intelijen manapun, selama 7 x 24 jam (sesuai pasal 26 & 28). Undang-undang tersebut populer di dunia sebagai “Anti Teror Act”.

Angka 88 berasal dari kata ATA (Anti Terror Act), yang jika dilafalkan dalam bahasa Inggris berbunyi Ei Ti Ekt. Pelafalan ini kedengaran seperti Eighty Eight (88). Jadi arti angka 88 bukan seperti yang selama ini beredar bahwa 88 adalah representasi dari jumlah korban bom bali terbanyak (88 orang dari Australia), juga bukan pula representasi dari borgol.[rujukan?]

Pasukan khusus ini dibiayai oleh pemerintah Amerika Serikat melalui bagian Jasa Keamanan Diplomatik (Diplomatic Security Service) Departemen Luar Negeri AS dan dilatih langsung oleh instruktur dari CIA, FBI, dan U.S. Secret Service.[rujukan?] Kebanyakan staf pengajarnya adalah bekas anggota pasukan khusus AS. Informasi yang bersumber dari FEER pada tahun 2003 ini dibantah oleh Kepala Bidang Penerangan Umum (Kabidpenum) Divisi Humas Polri, Kombes Zainuri Lubis, dan Kapolri Jenderal Pol Da’i Bachtiar. [1] Sekalipun demikian, terdapat bantuan signifikan dari pemerintah Amerika Serikat dan Australia dalam pembentukan dan operasional Detasemen Khusus 88. Pasca pembentukan, Densus 88 dilakukan pula kerjasama dengan beberapa negara lain seperti Inggris dan Jerman. Hal ini dilakukan sejalan dengan UU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme pasal 43.

Persenjataan

Satuan pasukan khusus baru Polri ini dilengkapi dengan persenjataan dan kendaraan tempur buatan berbagai negara, seperti senapan serbu Colt M4, senapan serbu Steyr AUG (seperti gambar diatas), HK MP5, senapan penembak jitu Armalite AR-10, dan shotgun Remington 870. Bahkan dikabarkan satuan ini akan memiliki pesawat C-130 Hercules sendiri untuk meningkatkan mobilitasnya. Sekalipun demikian kelengkapan persenjataan dan peralatan Densus 88 masih jauh dibawah pasukan anti teror negara maju seperti SWAT Team di Kepolisian Amerika.

Senin, 02 Mei 2011


NILAI-NILAI PANCASILA YANG PERLU DITANAMKAN DAN DILAKSANAKAN

1. Ketuhanan Yang Maha Esa
* Percaya dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
* Hormat dan menghormati serta bekerjasama antara pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.
* Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.
* Tidak memaksakan suatu agama atau kepercayaannya kepada orang lain.

2. Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab
* Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia.
* Saling mencintai sesama manusia.
*Mengembangkan sikap tenggang rasa.
* idak semena-mena terhadap orang lain.
* Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
* Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
* Berani membela kebenaran dan keadilan.
* Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari masyarakat Dunia Internasional dan dengan itu harus mengembangkan sikap saling hormat-menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.

3. Persatuan Indonesia
* Menjaga Persatuan dan Kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
* Rela berkorban demi bangsa dan negara.
* Cinta akan Tanah Air.
* Berbangga sebagai bagian dari Indonesia.
* Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.

4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan
* Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat.
* Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
* Mengutamakan budaya rembug atau musyawarah dalam mengambil keputusan bersama.
* Berrembug atau bermusyawarah sampai mencapai konsensus atau kata mufakat diliputi dengan semangat kekeluargaan

5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
* Bersikap adil terhadap sesama.
* Menghormati hak-hak orang lain.
* Menolong sesama.
* Menghargai orang lain.
* Melakukan pekerjaan yang berguna bagi kepentingan umum dan bersama.

* Perisai di tengah melambangkan pertahanan bangsa Indonesia
* Simbol-simbol di dalam perisai masing-masing melambangkan sila-sila dalam Pancasila, yaitu:
* Bintang melambangkan sila Ketuhanan Yang Maha Esa
* Rantai melambangkan sila Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab
* Pohon beringin melambangkan sila Persatuan Indonesia
* Kepala banteng melambangkan sila Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Makna Lambang Negara Garuda Pancasila

* Padi dan Kapas melambangkan sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
* Warna merah-putih melambangkan warna bendera nasional Indonesia. Merah berarti berani dan putih berarti suci
* Garis hitam tebal yang melintang di dalam perisai melambangkan wilayah Indonesia yang dilintasi Garis Khatulistiwa
* Jumlah bulu melambangkan hari proklamasi kemerdekaan Indonesia (17 Agustus 1945), antara lain:
* Jumlah bulu pada masing-masing sayap berjumlah 17
* Jumlah bulu pada ekor berjumlah 8
* Jumlah bulu di bawah perisai/pangkal ekor berjumlah 19
* Jumlah bulu di leher berjumlah 45
* Pita yg dicengkeram oleh burung garuda bertuliskan semboyan negara Indonesia, yaitu Bhinneka Tunggal Ika yang berarti “berbeda beda, tetapi tetap satu jua”.

Sabtu, 24 Juli 2010

SERDADU ZIONIS YANG BIADAB



Israel adalah negara yang tidak punya rasa kemanusiaan dan tidak pernah memikirkan tentang pentingnya hak asasi (human right) di dunia ini, buktinya mereka selalu mengobrak-abrik kedaulatan negara Palestina dengan mengklaim sebagian dari negara Palestina adalah milik mereka.Palestina yang penduduknya sebagin besar adalah muslim sangat menderita karena serdadu-serdadu Israel selalu menginfasi dan mengancam keselamatan mereka.Perbuatan serdadu-serdadu Israel sudah sangat meresahkan bagi warga Palestin dan masyarakat dunia.
Banyak dari warga Palestina terampas hak-hak mereka sebagai manusia oleh karena penjahat perang(serdadu Israel) yang tak punya mata hati, sebagai contoh:Roket-roket yang diluncurkan oleh serdadu Israel telah banyak memakan korban dari rakyat yang tidak tahu apa salah mereka dan tidak berdosa.Banyak ibu yang kehilangan anaknya, istri kehilangan suaminya dan anak-anak kehilangan orang tua mereka, tapi masih ada jua yang peduli tentang kehidupan warga Palestina.Banyak relawan-relawan dari seluruh penjura dunia berdatangan untuk misi kemanusiaan di palestina.salah negara yang mengirim relawan ke Palestina dalah Indonesia yang tidak henti-hentinya membantu warga palestina.Semoga para relawan tersebut diberikan kekuatan dalam menjalankan tugas yang mulia ini dari Allah Swt, amien dan Allah akan membalas Israel dengan balasan yang setimpal di kemudian hari.
I

Rabu, 30 Juni 2010

2 ALASAN KORUPTOR HARUS MATI DAN DIBUMIHANGUSKAN DARI NEGARA INI




Tidak hendak latah dengan pemberitaan dan kontroversi hukuman mati bagi sang Koruptor, tapi melihat gejala Korupsi di negeri ini yang sudah akut, jalan satu-satunya memang harus diberangus dan dimatikan sumbernya. Sumber terjadinya korupsi kini bukan hanya sekedar mencari kekayaan pribadi semata, tapi sudah menjadi niatan semenjak kita dini. Untuk itu, saya berikan dua alasan kuat kenapa Koruptor harus di hukum mati di Indonesia agar kita semua menjauhi korupsi, sekedar kepikiranpun jangan!
1. Efek MLM Koruptor
Penyakit Koruptor itu ibarat candu dan memiliki efek berantai. Efek berantai itu seperti matrik yang kita kenal pada business plan perusahaan MLM dinegara ini. Kita liat efek matrik 10 MLM koruptor sebagai berikut;
1 x 10 K = 10 Koruptor baru.
Satu orang koruptor akan selalu menciptakan koruptor-koruptor baru dalam lingkarannya. Kenapa? Karena Koruptor dan terjadinya korupsi merupakan hukum win-win solution antara 2,3 hingga 10 orang dalam memuluskan tindakan korupsinya. Upaya “memuluskan” jalan korupsi salah satunya yang paling enak adalah dengan kekuatan uang hasil korupsi juga.
10 x 10 K = 100 K.
Kemudian dari 10 orang (kita ambil 10 orang sebagai contoh saja) yang kebagian jatah hasil korupsi juga menduplikasi cara uplinenya dalam memuluskan aksinya. Sehingga dalam hitungan detik, sudah 100 orang akan terlibat tindakan korupsi.
100 x 10 = 1000 K.
Dalam hitungan jam, jika 100 orang ini juga melakukan tindakan korupsi (biasanya ya…), maka 1000 Koruptor akan tercipta dengan mudahnya. Bayangkan jika aksi ini terjadi bertahun-tahun. Seperti pada sistem MLM umumnya, hukum Piramida berlaku disini, posisi paling atas (upline) jelas penikmat utama hasil korupsi dan memiliki kedudukan paling aman, dan yang makin kejepit downline (pelaku korupsi dengan level kecil-kecilan) dalam gugus paling buncit karena harus mutar otak agar tak merugi. Akhirnya apa saja dikorupsi di negara ini, masih untung bangsa ini tak ikut “digadaikan” juga.
2.Korupsi menyayat rasa keadilan
Gimana gak, negara hukum tapi hukumnya mandul. Negara berkeadilan tapi tidak adil. Contoh paling konkrit di negara kita, maling ayam dan copet aja bertaruh nyawa untuk sekedar bisa nyambung hidup. Kalau ketangkep, minimal berdarah-darah sudah pasti,masih untung gak dibakar hidup-hidup! Coba tengok Gayus! Udah ketahuan, mo ditangkep aja pake acara dirayu, dijemput. Tidur enak sama istri di hotel mewah, masih bisa ketawa dan makan di resto, adilkah itu? Kalo mau adil, Gayus seharusnya lebih berdarah-darah dari si Maling ayam!
Jadi, setujukah Koruptor dihukum mati? Seharusnya setuju.Agar kita semua gak pernah kepikiran mau korupsi! Kalau nekat korupsi juga, berarti sudah tahu konsekuensinya dung? Seperti maling ayam dan copet, mereka juga sudah tahu konsekuensinya jika ketangkep. Kalo gak masuk penjara, benjut paling parah dibakar massa! Nah kalau korupsi ketahuan, ya jangan nyesel kalu di bedil aparat (yang anti korupsi tentunya, kalau bisa disogok juga, yah tinggal tunggu tamatnya sejarah bangsa ini…) Wallahualam!
Ayo sudahi berbuat korupsi. Saya mau tanya kepada koruptor, dengan duit sebanyak itu, berapa kali anda makan dan porsi yang anda habiskan? Kalau jawabanya saya makan bisa 100 x sehari dengan porsi kuli, maka saya akan melegalkan Korupsi di negara ini dan mengajarkannya ke anak – anak saya! Tapi kalau maksimum hanya 3 – 4 sehari dengan porsi piring biasa, Koruptor memang layak dihukum mati!Hasil Pencarian ->
koruptor harus dihukum mati, alasan gayus harus dihukum, kenapa koruptor harus dihukum mati, kontroversi hukuman mati bagi koruptor, kontroversi hukuman mati bagi para koruptor, koruptor harus di hukum mati.

Selasa, 22 Juni 2010

Indonesian special force







Kopasus, Pasukan Elit AD Terbaik nomor 3 di Dunia
Seluruh pasukan khusus didunia dinilai kinerjanya dengan parameter menurut pendapat dari berbagai pengamat bidang militer dan ahli sejarah. Hasilnya, peringkat pertama jatuh ke tangan SAS (Inggris), peringkat kedua disikat MOSSAD (ISRAEL) lalu peringkat ketiga adalah KOPASUS (Indonesia) dan mengapa pasukan khusus dari Amerika tidak masuk peringkat terhormat. Itu karena mereka terlalu bergantung pada peralatan yang mengusung teknologi super canggih, akurat dan serba digital. Pasukan khusus yang hebat adalah pasukan yang mampu mencapai kualitas sempurna dalam hal KEMAMPUAN INDIVIDU. Termasuk didalamnya kemampuan bela diri, bertahan hidup, kamuflase, strategi, daya tahan, gerilya, membuat perangkap, dan lain2nya.
Komando Pasukan Khusus yang
disingkat menjadi Kopassus adalah bagian dari Bala Pertahanan Pusat yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat yang memiliki kemampuan khusus seperti bergerak cepat di setiap medan, menembak dengan tepat, pengintaian, dan anti teror. Dalam perjalanan sejarahnya, Kopassus berhasil mengukuhkan keberadaannya sebagai pasukan khusus yang mampu menangani tugas-tugas yang berat. Beberapa operasi yang dilakukan oleh Kopassus diantaranya adalah operasi penumpasan DI/TII, operasi militer PRRI/Permesta, Operasi Trikora, Operasi Dwikora, penumpasan G30S/PKI, Pepera di Irian Barat, Operasi Seroja di Timor Timur, operasi pembebasan sandera di Bandara Don Muang-Thailand (Woyla), Operasi GPK di Aceh, operasi pembebasan sandera diMapenduma, serta berbagai operasi militer lainnya. Dikarenakan misi dan tugas operasi yang bersifat rahasia, mayoritas dari kegiatan tugas daripada satuan KOPASSUS tidak akan pernah diketahui secara menyeluruh. Contoh operasi KOPASSUS yang pernah dilakukan dan tidak diketahui publik seperti: Penyusupan ke pengungsi Vietnam di pulau Galang untuk membantu pengumpulan informasi untuk di kordinasikan dengan pihak Amerika Serikat (CIA), penyusupan perbatasan Malaysia dan Australia dan operasi patroli jarak jauh (long range recce) di perbatasan Papua nugini. Prajurit Kopassus dapat mudah dikenali dengan baret merah yang disandangnya, sehingga pasukan ini sering disebut sebagai pasukan baret merah. Kopassus memiliki moto Berani, Benar, Berhasil.
Sejarah Kopassus
Kesko TT III/Siliwangi
Pada tanggal
16 April 1952, Kolonel A.E. Kawilarang mendirikan Kesatuan Komando Tentara Territorium III/Siliwangi (Kesko TT). Ide pembentukan kesatuan komando ini berasal dari pengalamannya menumpas gerakan Republik Maluku Selatan (RMS) di Maluku. Saat itu A.E. Kawilarang bersama Letkol Slamet Riyadi (Brigjen Anumerta) merasa kesulitan menghadapi pasukan komando RMS. A.E. Kawilarang bercita-cita untuk mendirikan pasukan komando yang dapat bergerak tangkas dan cepat. Komandan pertama saat itu adalah Idjon Djanbi. Idjon Djanbi adalah mantan kapten KNIL Belanda kelahiran Kanada, yang memiliki nama asli Kapten Rokus Bernardus Visser. Pada tanggal 9 Februari 1953, Kesko TT dialihkan dari Siliwangi dan langsung berada di bawah Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD).
KKAD
Pada tanggal
18 Maret 1953 Mabes ABRI mengambil alih dari komando Siliwangi dan kemudian mengubah namanya menjadi Korps Komando Angkatan Darat (KKAD).
RPKAD
Tanggal
25 Juli 1955 organisasi KKAD ditingkatkan menjadi Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD), yang tetap dipimpin oleh Mochamad Idjon Djanbi.
Tahun
1959 unsur-unsur tempur dipindahkan ke Cijantung, di timur Jakarta. Dan pada tahun 1959 itu pula Kepanjangan RPKAD diubah menjadi Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD). Saat itu organisasi militer itu telah dipimpin oleh Mayor Kaharuddin Nasution.
Pada saat operasi penumpasan DI/TII, komandan pertama,
Mayor Idjon Djanbi terluka, dan akhirnya digantikan oleh Mayor RE Djailani.
Puspassus AD
Pada tanggal
12 Desember 1966, RPKAD berubah pula menjadi Pusat Pasukan Khusus AD (Puspassus AD). Nama Puspassus AD ini hanya bertahan selama lima tahun. Sebenarnya hingga tahun 1963, RPKAD terdiri dari dua batalyon, yaitu batalyon 1 dan batalyon 2, kesemuanya bermarkas di Jakarta. Ketika, batalyon 1 dikerahkan ke Lumbis dan Long Bawan, saat konfrontasi dengan Malaysia, sedangkan batalyon 2 juga mengalami penderitaan juga di Kuching, Malaysia, maka komandan RPKAD saat itu, Letnan Kolonel Sarwo Edhie -karena kedekatannya dengan Panglima Angkatan Darat, Letnan Jenderal Ahmad Yani, mengusulkan 2 batalyon ‘Banteng Raider’ bentukan Ahmad Yani ketika memberantas DI/TII di Jawa Tengah di upgrade di Batujajar, Bandung menjadi Batalyon di RPKAD, masing-masing Batalyon 441″Banteng Raider III”, Semarang ditahbiskan sebagai Batalyon 3 RPKAD di akhir tahung 1963. Menyusul kemudian Batalyon Lintas Udara 436 “Banteng Raider I”, Magelang menjadi Batalyon 2 menggantikan batalyon 2 lama yang kekurangan tenaga di pertengahan 1965. Sedangkan Batalyon 454 “Banteng Raider II” tetap menjadi batalyon di bawah naungan Kodam Diponegoro. Batalyon ini kelak berpetualang di Jakarta dan terlibat tembak menembak dengan Batalyon 1 RPKAD di Hek.
Kopassandha
Tanggal
17 Februari 1971, resimen tersebut kemudian diberi nama Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha).
Dalam operasi di
Timor Timur pasukan ini memainkan peran sejak awal. Mereka melakukan operasi khusus guna mendorong integrasi Timtim dengan Indonesia. Pada tanggal 7 Desember1975, pasukan ini merupakan angkatan utama yang pertama ke Dili. Pasukan ini ditugaskan untuk mengamankan lapangan udara. Sementara Angkatan Laut dan Angkatan Udara mengamankan kota. Semenjak saat itu peran pasukan ini terus berlanjut dan membentuk sebagian dari kekuatan udara yang bergerak (mobile) untuk memburu tokoh Fretilin, Nicolau dos Reis Lobato pada Desember 1978. Prestasi yang melambungkan nama Kopassandha adalah saat melakukan operasi pembebasan sandera yaitu para awak dan penumpang pesawat DC-9 Woyla Garuda Indonesian Airways yang dibajak oleh kelompok yang menamakan diri Komando Jihad di bawah pimpinan Imran bin M Zen, April 1981. Pesawat yang tengah menerbangi rute Jakarta-Medan itu sempat didaratkan di Penang, Malaysia dan akhirnya mendarat di Bandara Don Muang, Bangkok. Di bawah pimpinan Letkol Sintong Panjaitan, pasukan Kopassandha mampu membebaskan seluruh sandera dan menembak mati semua pelaku pembajakan. Korban yang jatuh dari operasi ini adalah Capa (anumerta) Ahmad Kirang yang meninggal tertembak pembajak serta pilot Captain Herman Rante yang juga ditembak oleh pembajak. Pada tahun 1992 menangkap penerus Lobato, Xanana Gusmao, yang bersembunyi di Dili bersama pendukungnya.
Kopasus
Dengan adanya reorganisasi di tubuh
ABRI, sejak tanggal 26 Desember 1986, nama Kopassandha berubah menjadi Komando Pasukan Khusus yang lebih terkenal dengan namaKopassus hingga kini.
ABRI selanjutnya melakukan penataan kembali terhadap grup di kesatuan Kopassus. Sehingga wadah kesatuan dan pendidikan digabungkan menjadi Grup 1, Grup 2, Grup 3/Pusdik Pasuss, serta Detasemen 81.
Sejak tanggal
25 Juni 1996 Kopasuss melakukan reorganisasi dan pengembangan grup dari tiga Grup menjadi lima Grup.
Grup 1/Parakomando — berlokasi di Serang,
Banten
Grup 2/Parakomando — berlokasi di Kartasura,
Jawa Tengah
Grup 3/Pusat Pendidikan Pasukan Khusus — berlokasi di Batujajar,
Jawa Barat
Grup 4/Sandhi Yudha — berlokasi di Cijantung,
Jakarta Timur
Grup 5/Anti Teror — berlokasi di Cijantung,
Jakarta Timur
Detasemen 81, unit anti teroris Kopassus, ditiadakan dan diintegrasikan ke grup-grup tadi. Sebutan bagi pemimpin Kopassus juga ditingkatkan dari Komandan Kopassus yang berpangkat
Brigjen menjadi Komandan Jendral (Danjen) Kopassus yang berpangkat Mayjen bersamaan dengan reorganisasi ini.
Struktur Satuan Kopassus

Pasukan Kopassus
Perbedaan struktur dengan satuan infanteri lain
Struktur organisasi Kopassus berbeda dengan satuan
infanteri pada umumnya. Meski dari segi korps, para anggota Kopassus pada umumnya berasal dari Korps Infanteri, namun sesuai dengan sifatnya yang khusus, maka Kopassus menciptakan strukturnya sendiri, yang berbeda dengan satuan infanteri lainnya.
Kopassus sengaja untuk tidak terikat pada ukuran umum satuan infanteri, hal ini tampak pada satuan mereka yang disebut Grup. Penggunaan istilah Grup bertujuan agar satuan yang dimiliki mereka terhindar dari standar ukuran satuan infanteri pada umumnya (misalnya
Brigade). Dengan satuan ini, Kopassus dapat fleksibel dalam menentukan jumlah personel, bisa lebih banyak dari ukuran brigade (sekitar 5000 personel), atau lebih sedikit.
Lima Grup Kopassus